Kamis, 13 Juni 2013

Papan Peringatan


"Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut."Amsal 13:14

Malam ini saya teringat akan sebuah pc game yang saya gemari sekian tahun yang lalu. Game "Beach Life" namanya, yaitu game simulasi yang membuat kita bisa membangun sebuah pantai dari kosong menjadi tempat wisata/resor besar dengan pengunjung yang banyak. Salah satu dari bagian penting papan peringatan, pantai, peringatan Tuhan, jerat maut dari game itu adalah memasang papan peringatan dan menaruh penjaga pantai di sejumlah tempat yang dianggap rawan. Dalam game itu digambarkan adanya hiu pada beberapa bagian pantai sehingga papan tanda dilarang berenang harus dipasang disana. Jika tidak? Akan ada pengunjung yang jadi korban, dan itu akan menurunkan status resor yang kita bangun. Jika direfleksikan ke dalam kehidupan nyata di negara kita, ada banyak pantai di Indonesia ini yang belum dilengkapi dengan papan peringatan dalam jumlah yang memadai, maupun jumlah penjaga pantai yang cukup. Tidak heran kalau angka kematian di pantai terus meningkat. Papan peringatan akan mampu mengurangi jumlah jatuhnya korban secara signifikan. Tidak akan mungkin bisa menghapuskan total memang, karena tetap saja ada orang-orang yang tidak mengindahkan peraturan meski sudah ditulis besar-besar atau diingatkan berulang-ulang sekalipun.

Demikan pula halnya dengan hidup kita. Untuk menuju kehidupan yang kekal nanti dengan selamat, ada sejumlah "papan peringatan" atau rambu-rambu yang telah sejak awal Tuhan ingatkan pada kita. "Papan-papan peringatan" ini bertujuan untuk melindungi kita dan menjaga agar kita tidak terjatuh ke dalam berbagai jerat maut dan karenanya kehilangan kesempatan untuk beroleh keselamatan. Dalam Amsal kita tertulis "Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut." (Amsal 13:14). Ayat ini berbicara mengenai nasihat agar kita mendengarkan ajaran-ajaran yang bijaksana baik dari orang tua kita, kakak, guru, dosen, pendeta dan sebagainya. Ayat ini sungguh penting terutama untuk mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap jerat-jerat yang dipasang oleh iblis dan menghimbau kita untuk terus mencari hikmat yang berasal dari Tuhan. Seperti halnya jika kita tidak peduli terhadap papan larangan di pantai sehingga kita bisa terancam oleh maut, demikian pula kehidupan rohani kita bisa terancam oleh jerat-jerat maut apabila kita tidak mengindahkan rambu-rambu yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Paulus memberikan cara agar kita terhindar dari jerat-jerat maut ini dalam suratnya kepada jemaat Efesus. "Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis." (Efesus 6:11) Berbagai perlengkapan senjata Allah itu bisa dibaca pada ayat 14 hingga ayat ke 17. Kita harus tetap waspada terhadap berbagai siasat iblis yang siap menjerat kita setiap waktu. Berhati-hatilah karena ada jalan yang disangka lurus tapi ujungnya menuju maut. (Amsal 16:25). Iblis pun bisa menyamar sebagai malaikat Terang. (2 Kor. 11:14).  Begitu pintarnya iblis mempergunakan tipu muslihatnya untuk menjerat dan menjerumuskan kita lewat berbagai hal. Oleh karena itu kita perlu terus memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata Allah dan tidak menutup telinga kita terhadap ajaran orang-orang yang lebih bijaksana dari kita. Dan jangan lupa teruslah perkaya diri dengan firman Tuhan dan rajin-rajin bersekutu denganNya. Hari-hari ini ada begitu banyak jerat yang dipasang iblis dimana-mana. Perhatikan baik-baik berbagai "papan peringatan" dari Tuhan dan janganlah mengacuhkan dan terus melanggar agar tidak terjebak pada jerat-jerat yang menuju maut.

Peringatan Tuhan ditujukan untuk mengingatkan kita agar tidak terjebak pada tipu muslihat iblispapan peringatan, pantai, peringatan Tuhan, jerat maut